Senin, 13 Januari 2014

              

tari jaipong adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Ia terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan.
 
SEJARAH TARI JAIPONG
Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar, namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang disenggelarakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta.
C. PERKEMBANGAN TARI JAIPONG
Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yang membuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk pemikat tamu undangan.
Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.
Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat pada acara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu di sambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi pada kesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur dan Leni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.
 
BENTUK PENYAJIAN dan CIRI KHAS
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian taxi pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut : 1) Tatalu ; 2) Kembang Gadung 3) Buah Kawung Gopar ; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinde Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor). 
 
Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari taritarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.

Kamis, 29 Agustus 2013

SENI  BERKERUDUNG (HIJAB)


 

Cara memakai kerudung itu tehniknya banyak sekali dan stylenya mengikuti perkembangan zaman. Banyak orang berfikir dengan menggunakan baju muslim dan jilbab, seseorang akan telihat kuno dan tidak modis dalam berpenampilan. Jika melihat perkembangan zaman, sepertinya anggapan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Saat ini jilbab bukan lagi hanya sebuah busana yang kuno dan membosankan untuk dilihat melainkan sebuah bagian dari fashion yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal terbukti dengan bermunculannya tren jilbab modern. Banyak para wanita muslimah yang mulai berkreasi agar kerudung yang mereka kenakan bisa terlihat sebagai kerudung modern. Berbagai tutorial cara jilbab modern pun bermunculan.
Tak sedikit para wanita muslimah yang mencobanya. Alhasil penampilan mereka pun terlihat lebih modis dan elegan dengan jilbab cantik yang mereka pakai. Busana muslim tersebut tidak selamanya mahal, kini banyak para produsen yang menawarkan jilbab murah dan jilbab terbaru demi memenuhi permintaan konsumen. Lalu bagaimana cara memakai kerudung agar bisa tetap terlihat gaul dan trendy? Tentu mudah sekali, dengan berani berkreasi, Anda akan menemukan sendiri bagaimana cara menggunakan jilbab yang benar dan nyaman untuk Anda. seperti pada tutorial berikut ini: Untuk tutorial kali ini, Anda cukup menyiapkan kerudung segi empat, jarum pentul dan ciput ninja. Kenakan ciput ninja Anda dan letakkan kerudung segi empat diatasnya. Biarkan sisi sebelah kiri kerudung terbaru Anda lebih panjang daripada sisi sebelah kanannya. Setelah itu, satukan kedua sisi kerudung ke bawah dagu Anda. Sematkan dengan peniti agar rapi dan tidak mudah lepas.
 Tariklah sisi panjang kerudung anda kea rah berlawanan.

Cara memakai kerudung selanjutnya adalah dengan menarik ujung kerudung hingga ke atas kepala lalu sematkan dengan jarum pentul. Tariklah ujung bagian bawah kerudung segi empat Anda hingga kea tas kepala dan rapikan semua sisinya agar tidak terkesan berantakan. Untuk mempercantik penampilan, sematkan bros atau pin aneka warna dan bentuk pada jilbab Anda diatas keala. Letakkan ujung kerudung segi empat dengan ujung yang lain yang sudah disematkan sebelumnya. Itulah salah satu cara pakai jilbab yang sekiranya membuat Anda tampak lebih modis dan trendy. Wanita jilbab zaman sekarang memang harus pintar dalam berpenampilan karena penampilan adalah hal pertama yang akan dilihat seseorang. Penampilan yang rapi dan menarik juga dapat membuat orang terkesan dan terpesona pada Anda. untuk itu jangan sepelekan penampilan Anda.